Corona Virus di Indonesia dan Peran Matematika SD

Corona Virus di Indonesia dan Peran Matematika SD

Corona Virus di Indonesia dan Peran Matematika SD – Energi dan dana besar telah digelontorkan untuk mengupdate Coronavirus atau corona virus di Indonesia. Tak usah pantau perkembangan corona virus diberbagai belahan dunia, cukup penyebaran corona virus di Indonesia saja sudah membuat hati ini bertanya-tanya. Jika waktu itu ditanyakan kenapa corona virus tidak ada di Indonesia tetapi tiba-tiba saja info jumlah pasien corona virus terus melaju. Penyebaran corona virus di Indonesia seperti tak terkendali. Sepertinya rakyat haus mencari kasus maupun berita corona virus di Indonesia terbaru.

Namun apa yang akan saya uraikan dan jelaskan pada tulisan ini bukan masalah Coronavirus di Indonesia dari sisi penyakitnya atau kasuskasus Corona virus di Indonesia. Yang akan saya uraikan adalah bagaimana peran disiplin ilmu Matematika pada kasus Corona virus maupun mempelajari pola perkembangan dan penyebarannya di Indonesia.

Mungkin saja tulisan ini sangat ringan bagi kebanyakan orang. Sebab kita semua tahu bahwa mata pelajaran Matematika itu sangat tidak di sukai di kalangan murid atau pelajar. Baik dari pelajar jenjang sekolah dasar atau SD hingga mahasiswa berbagai jurusan di berbagai perguruan tinggi.

Problem atau masalah utama pelajar di negri kita ini adalah salah satunya pelajaran Matematika. Pelajaran Matematika dianggap sebagai pelajaran yang paling asing dan sulit dipahami. Entah apa penyebab mata pelajaran Matematika dianggap sebagai pelajaran yang kurang disukai di kalangan pelajar. Hampir di banyak negara lho, bukan hanya di Indonesia.

Nah coba kita perhatikan. Corona virus adalah penyakit yang tiba-tiba mencuri banyak perhatian masyarakat di Indonesia dan dunia. Baik dari masyarakat lapisan terbawah hingga masyarakat akademisi dengan kepakarannya tentang penyakit yang disebabkan virus.

Coronavirus di Indonesia memiliki pola penyebaran yang cepat. Oleh karena itu bisa diduga bahwa penyebaran dan perkembangan Coronavirus di Indonesia yang seperti ini bakal mempercepat peningkatan jumlah kasus Coronavirus atau Covid 19 ini di Indonesia.

Nah bagi kami para pendidik di lembaga pembelajaran Matematika Ajaib di Malang, pola info tentang perkembangan dan penyebaran Coronavirus di Indonesia bisa kita jadikan bahan atau materi ajar pada mata pelajaran Matematika. Kenapa harus Coronavirus? Bukankah ada materi lain yang bisa diajarkan?

Ya, tentu materi pelajaran Matematika banyak sekali di lingkungan kita yang bisa dijadikan materi belajar. Namun, kasus penyebaran Coronavirus di Indonesia ini jelas-jelas sedang mencuri banyak perhatian di masyarakat sehingga sangat bagus untuk dijadikan materi ajar bagi anak-anak kita yang masih belajar Matematika Dasar di bangku sekolah seperti Sekolah Dasar. Bahkan mungkin juga anak-anak di TK-B.

Sebab, selain mempelajari materi Matematikanya, anak-anak juga bisa kita didik agar bisa lebih peduli terhadap perkembangan dan penyebaran Coronavirus di Indonesia. Jadi istilah kerennya, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Mari kita perhatikan data perkembangan pasien atau penderita positif Coronavirus di Indonesia berikut:

Kasus CoronaVirus di Indonesia :

  • 02/03/2020 = 2 = –
  • 06/03/2020 = 4 = + 2
  • 08/03/2020 = 6 = + 21
  • 10/03/2020 = 27 = + 7
  • 11/03/2020 = 34 = + 35
  • 13/03/2020 = 69 = + 27
  • 14/03/2020 = 96 = + 21
  • 15/03/2020 = 117 = + 17
  • 16/03/2020 = 134 = + 38
  • 17/03/2020 = 172 = + 55
  • 18/03/2020 = 227

Meninggal = 5, Sembuh = 9, Tanggal 18/03 adalah tertinggi utk Penderita Baru dalam sehari = 55 orang

Sumber Data: Arcgis.com

Nah, jika diperhatikan, data atau info penyebaran dan penambahan kasus Coronavirus di Indonesia di atas adalah Penjumlahan Dasar. Anak-anak di sekolah dasar atau SD sudah bisa melakukan penjumlahan tersebut. Bahkan anak TK-B sudah bisa menjawab penjumlahan di atas.

Mari kita mulai menghitung. Awalnya ada data 2 orang. Kemudian bertambah 2 orang lagi yang positif terinfeksi Coronavirus. Maka 2 + 2 = 4. Ini masih mudah. Lanjutkan ke data berikutnya, maka anak akan belajar penjumlahan yang makin besar dan nampak sulit. Kenapa sulit? Mari kita perhatikan satu-persatu.

  • 2 + 2 = 4
  • 4 + 2 = 6
  • 6 + 21 = 27
  • 27 + 7 = 34
  • 34 + 35 = 69
  • 69 + 27 = 96
  • 96 + 21 = 117
  • 117 + 17 = 134
  • 134 + 38 = 172
  • 172 + 55 = 227

Nah, nampak bahwa anak-anak di jenjang sekolah dasar atau SD masih mudah dalam melakukan proses perhitungan dengan perhitungan yang kami beri warna hitam. Tetapi mereka pada saat menghadapi proses penjumlahan yang kami beri warna merah, anak sekolah dasar sudah mulai kesulitan dan banyak melakukan kesalahan.

Mengapa bisa demikian? Jika kita perhatikan, khusus proses penjumlahan yang kami beri warna merah ada proses lain yang bukan sekedar menjumlah. Tetapi ada proses menyimpan. Disinilah biasanya murid atau anak-anak sekolah dasar kurang teliti. Proses menyimpan dalam perhitungan penjumlahan membuat anak sekolah dasar menjadi kurang teliti.

Sekarang bisa terbayang bukan? Perkembangan dan penyebaran Coronavirus di Indonesia membutuhkan data dan perhitungan data yang baik dan benar. Anak-anak sekolah dasar bisa belajar dan praktek cara menjumlahkan dengan mudah karena tidak ada proses menyimpan dengan segera menggunakan metode Matematika Ajaib.

Dalam metode Matematika Ajaib akan diajarkan pada anak-anak di Kelas 1 SD bahwa proses berhitung penjumlahan tanpa menyimpan akan semakin mempermudah proses penjumlahan yang dilakukan dan anak-anak menjadi lebih teliti.

coronavirus di indonesia dan peran matematika sd muhammadiyah 8 malang

Mengajarkan Matematika Ajaib sejak anak di Kelas 1 SD adalah cara bijak agar siapapun yang mempelajarinya akan paham bahwa jika proses berhitung penjumlahan jika dilakukan tanpa menyimpan akan menjadi lebih mudah dan lebih teliti dilakukan oleh anak.

Namun tentu saja, 4 Prinsip Dasar Matematika Ajaib harus dikuasai dan dipahami terlebih dahulu. Jika anak sudah memahami dan mempraktekkan Prinsip-Prinsip Dasar dalam Matematika Ajaib maka insyaa Allah proses berhitung penjumlahan yang mereka lakukan, berapapun besar bilangannya, menjadi lebih mudah dan teliti.

Anak-anak yang mempelajari metode Matematika Ajaib akan paham bahwa menjumlahkan tidak harus menyimpan. Dan mereka akan mempraktekkannya bagaimana melakukan proses hitung penjumlahan tanpa menyimpan itu dalam waktu singkat. Yang penting, kuasai dan pahami dulu 4 Prinsip Dasar Matematika Ajaib.

Jika 4 Prinsip Dasar ini sudah dikuasai dan dipahami dengan baik, maka insyaa Allah berhitung atau Matematika Dasar di sekolah menjadi lebih mudah dan teliti. Ajari anak-anak kita metode Matematika Ajaib ini sejak awal. Bisa dimulai di Kelas 1 SD atau bahkan di TK-B.

Untuk mengetahuti bagaimana metode Matematika Ajaib ini, Anda bisa klik tautan berikut: Matematika Ajaib. Atau segera hubungi WA 0831.8211.0028 untuk segera mendapatkan penjelasan rinci mengenai metode Matematika Ajaib.

Yuk, pahami apa peran Matematika dalam pandemi Coronavirus di Indonesia ini dengan baik. Siapapun kita, selain dokter dan petugas medis, bisa ambil peranan atau tindakan bermanfaat meskipun kita bukan dokter dan para medis. Dengan Matematika, kita dan anak-anak kita bisa melakukan perannya sesuai dengan bidang yang sedang dipelajari.

Tetap cuci tangan yang bersih sebelum belajar, istirahat yang cukup, menjaga kesehatan dan kebersihan, makan makanan yang bergizi serta jangan lupa belajar Matematikanya menggunakan Matematika Ajaib. Insyaa Allah semua tetap sehat dan cerdas. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *