Matematika Pembagian Mudah Kelas 2 SD

Matematika Pembagian Mudah Kelas 2 SD

Matematika Pembagian Mudah Kelas 2 SD – Murid sekolah dasar atau SD pada dasarnya menyukai mata pelajaran Matematika. Terutama pada saat mereka masih duduk di Kelas 1 atau Kelas 2 SD. Namun, lain permasalahannya jika mereka sudah menghadapi materi Pembagian. Mereka biasanya merasa kesulitan. Padahal ada banyak cara belajar matematika pembagian dengan mudah. Ada juga seorang mahasiswa mengajarkan cara mudah pembagian Matematika atau rumus mudah pembagian matematika. Beberapa guru di sekolah juga sering mengajarkan cara mudah belajar pembagian matematika, cara mudah menghitung pembagian matematika, bahkan ada pula yang mengajarkan trik belajar pembagian dengan mudah. Semua itu merujuk pada cara pembagian Matematika yang mudah serta cara mudah dalam pembagian Matematika.

Meski ada banyak cara maupun rumus mudah pembagian Matematika, masih saja ada banyak siswa atau murid SD Kelas 2 yang sulit menguasai cara membagi atau pembagian matematika. Bahkan sebagian besar murid SD tidak menyukai proses perhitungan pembagian.

Mungkin saja mereka merasa kesulitan menguasai proses hitung pembagian karena seringnya mereka belajar trik-trik cepat. Atau mungkin juga karena mereka tidak menguasai fundamental atau dasar-dasar proses pembagian ini dengan baik dan benar.

Jika kita runut dari urutan pembelajaran berhitung di jenjang Sekolah dasar atau SD, maka pembelajaran pembagian Matematika merupakan urutan terakhir setelah murid atau siswa sekolah dasar mempelajari Penjumlahan, Pengurangan dan Perkalian.

Urutan belajar Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian dan terakhir Pembagian seolah sudah menjadi urutan yang baku. Padahal urutan itu salah dan kurang tepat jika nantinya di jenjang pendidikan berikutnya dikaitkan dengan soal-soal yang mengutamakan nalar seperti soal-soal Olimpiade Matematika.

Mari kita perhatikan sejenak. Sebaiknya dan seharusnya, bagi siswa saat mereka baru pertamakali belajar ilmu hitung atau berhitung di Kelas 1 SD, mereka sebaiknya mulai belajar melalui konsep KABATAKU. Kabataku singkatan dari Kali Bagi Tambah Kurang.

Mengapa harus memiliki urutan KABATAKU? Sebenarnya, jika kita jeli mengajarkan Matematika kepada siswa atau murid SD, pada suatu saat nanti mereka akan belajar Aturan dalam melakukan proses perhitungan. Aturan dalam berhitung adalah Kali Bagi Tambah Kurang.

Maksudnya adalah, jika mereka suatu saat belajar hitung campuran seperti contoh berikut:

2 + 3 – 2 x 5 : 2 = ?

Bagaimana mereka harus menghitung? Jika Anda bisa menjawab, silahkan dijawab. Berapakah jawaban soal perhitungan tersebut? Apakah NOL? Ataukah 7 ½ (tujuh setengah)? Jika jawaban Anda 0, mengapa bisa demikian? Jika jawaban Anda 7 ½ mengapa bisa demikian?

Jika kita sudah memahami Aturan Matematika dalam Perhitungan soal campuran seperti di atas, maka kita paham bahwa Aturannya adalah Kali dan Bagi lebih kuat dibandingkan Tambah dan Kurang. Artinya murid atau siswa tidak harus mengerjakan selalu dari depan. Tetapi mereka harus memahami terlebih dahulu Aturannya.

Dalam soal 2+3-2×5:2 murid harus menghitung dengan cara merubah terlebih dahulu bentuknya menjadi 2+3-((2×5):2). Dan mereka harus mengerjakan terlebih dahulu angka-angka yang terdapat dalam tanda kurung. Mengapa? Karena angka-angka di dalam kurung dikenakan Operasi Hitung Perkalian dan Pembagian.

Jadi langkah Pertama yang sesuai Aturannya adalah kerjakan terlebih dahulu angka yang dikalikan atau dibagi, kemudian baru lanjutkan dengan angka-angka yang di tambah atau dikurangi. Perhatikan caranya:

  • 2+3-((2×5):2)
  • 2+3-(10:2)
  • 2+3-(5)
  • 5-(5)
  • 0

Jadi jawaban dari soal tersebut adalah 0 (Nol), dan bukan 7 ½. Bisa dipahami sampai di sini?

Itulah sebabnya tadi saya katakan sebaiknya murid atau siswa diperkuat terlebih dahulu konsep Perkalian dan Pembagiannya. Baru setelah itu Penjumlahan dan Pengurangan.

Apakah ini berlaku umum? Mangapa di sekolah tidak diajarkan urutan seperti ini? Di sekolah-sekolah yang ada dari dulu diajarkan dengan urutan TAKUKABA, bukan KABATAKU. Mungkin karena hal inilah murid atau siswa SD banyak mengalami kesulitan pada saat belajar Pembagian.

Tetapi, jika di sekolah anak Anda pada saat awal mengenal proses berhitung melalui urutan TAKUKABA, maka urutan itu tidak usah diubah. Akan menjadi hal yang sulit merubah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun dilakukan dan sudah mendarah daging. Ikuti saja urutan TAKUKABA seperti di sekolah anak Anda.

Namun anak Anda bahkan Anda sendiri tidak perlu khawatir. Sebab saya sudah merumuskan fundamental belajar Pembagian bagi murid atau siswa SD dengan cara mudah dan lebih teliti. Konsep Pembagian ini saya tuangkan dalam sebuah cara atau metodologi yang saya namakan Matematika Ajaib.

Dalam Matematika Ajaib, proses berhitung diajarkan sesuai urutan yang ada di sekolah-sekolah di Indonesia. Yaitu Penjumlahan diajarkan lebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan Pengurangan, Perkalian dan yang terakhir pasti Pembagian.

Jadi Anda tidak perlu khawatir anak Anda menjadi bingung. Proses berhitung dalam Matematika Ajaib mengutamakan Ketelitian. Baru kemudian mencari kebenaran jawaban.

Tetapi dalam Matematika Ajaib proses berhitung apa saja menjadi lebih mudah dan teliti. Semakin mudah dan teliti cara murid atau siswa mengerjakan soal Matematika, maka akan semakin besar peluang melakukan jawaban benar. Dan sebaliknya juga begitu. Semakin rumit dan tidak teliti sorang murid menjawab soal, maka jawaban yang mereka berikan kemungkinan besar salah.

Seperti apa dan bagaimana Matematika Ajaib ini diajarkan? Simak yuk di tautan Matematika Ajaib ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *